Senin, 02 Mei 2016




Rabu, 27 April 2016



Sejak kecil (sekolah dasar) Saya dan adik-adik selalu dinasihati oleh orang tua agar belajar yang rajin supaya nilai-nilai sekolah bagus, lulus sekolah dengan membanggakan, mendapat pekerjaan yang baik dan pada akhirnya hidup mapan berkecukupan. Orang tua saya mengatakan apabila kita hidup mapan berkecukupan, maka hal-hal baik lainnya akan dekat-dekat dan tak mau jauh-jauh dari kita. Perasaan senang dan bahagia karena segala kebutuhan bisa terpenuhi, antara lain rumah mewah, mobil bagus, barang-barang bermerk, liburan keliling Indonesia, bahkan dunia, tanpa perlu meminjam uang kepada teman dan keluarga apalagi sampai menipu, mencuri, dan merampok uang orang lain untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kita. Kekasih/istri yang baik, cantik, bulu mata lentik, kulit mulus gak burik akan bisa kita pilih dan pilah dengan prosentase besar mereka akan menerima pinangan kita melihat kondisi kita yang berkecukupan dengan nilai tambah tampang yang ganteng, otak yang pintar, kepribadian baik dan penampilan yang keren dan cool. Perasaan aman dan nyaman menjalankan ibadah dengan khusyuk akan didapatkan, karena pikiran bisa fokus menjalankan ibadah tanpa terganggu harus mencari uang untuk membeli makanan atau kebutuhan lainnya. Bahkan dengan hidup berkecukupan, kita bisa membantu orang lain yang kekurangan, sehingga mereka terbantu, dan biasanya orang yang dibantu akan baik dan senang membantu kita dikemudian hari untuk urusan apapun, walau kita sebenarnya tak pernah mengharapkan atau meminta imbal balik atas bantuan tersebut. Secara singkat, nasihat orang tua agar kita hidup berkecukupan, bahagia dan sukses, bisa saya sampaikan dalam bentuk point per point. Bukan maksud untuk menggurui rekan-rekan kompasianer yang sudah pintar-pintar, tapi demi alasan agar lebih mudah dibaca dan tidak membuat mata lelah. Apalagi mata orang tua seperti saya ini. Cekidot ; 1. Belajar yang rajin supaya nilai-nilai sekolah bagus, hadir dikelas minimal 80% agar bisa mengikuti ujian kenaikan tingkat serta lulus dengan nilai membanggakan (cum laude). Bila perlu tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, karena gudang ilmu pengetahuan adanya di Cina. 2. Berteman dengan sebanyak mungkin orang dan bermusuhan dengan sedikit mungkin orang, bila perlu tidak punya musuh. Tidak ada orang sukses seorang diri, pasti ada kerjasama tim yang baik, ada bantuan orang-orang lain, yang hanya bisa berjalan jika hubungan terjalin baik, antara sesama teman ataupun antara atasan dan bawahan. Kunci utama untuk berhasil adalah jaringan (network) yang terbentuk atas dasar hubungan baik dan kepercayaan, bukan atas dasar seringnya menjilat dan loyalitas dengan selalu mengatakan Yes Boss. 3. Biasakan berpikir out of the box. Orang yang karirnya biasa-biasa saja, karena sehari-hari berpikir biasa-biasa juga. Latih pola pikir yang orang lain tidak kepikiran, tentunya dengan analisis yang mendalam sehingga apa yang kita pikirkan bisa diaplikasikan dan bisa menjadi keunggulan dibanding hal lain yang sejenis. Contoh dalam dunia penerbangan, saat maskapai penerbangan memberikan makanan dan minuman komplit untuk penerbangan selama 1-3 jam, air asia mempelopori dengan tidak memberikan makanan dan minuman untuk penerbangan 1-3 jam. Penumpang hanya diberikan permen dan air mineral. Langkah ini mampu menekan harga tiket, jadwal on time dan efisiensi serta efektifitas waktu kerja kru pesawat akibat persiapan katering untuk penumpang pesawat. Langkah air asia akhirnya banyak diikuti maskapai penerbangan lain untuk penerbangan 1-3 jam. 4. Belajar dari kesuksesan orang lain dan kegagalan diri sendiri. Dengan memperhatikan betul-betul hal-hal apa yang membuat orang lain bisa sukses dan hal-hal apa yang membuat kita selama ini gagal, maka dikemudian hari kita tidak akan menemui kegagalan yang sama (keledai tak jatuh 2x ke dalam lubang yang sama), dan kita akan mampu mencapai kesuksesan lebih daripada yang diraih orang lain tersebut. 5. Terus berdoa, berusaha dan pantang menyerah. Percaya satu hal bahwa pada dasarnya apabila manusia telah berdoa dan berusaha dengan sungguh-sungguh, maka Tuhan akan mengabulkan doa dan usaha tersebut. Keberhasilan dan kesuksesan hanya menunggu waktu. Apabila belum berhasil dan sukses dalam waktu setahun, mungkin dalam 2 tahun, mungkin 5 tahun, mungkin 10 tahun. Jika sampai meninggal dunia belum berhasil dan sukses juga, silakan bertanya kepada Tuhan melalui malaikat mengapa bisa terjadi demikian? Ini sudah menjadi yurisdiksi Tuhan untuk menjelaskan. Orang tua sayapun tak mampu untuk menjelaskan. Silakan mencoba nasihat orang tua saya di atas. Alhamdulillah saya sudah menerapkannya, dan saat ini saya merasa cukup berhasil dan hidup berkecukupan, jika dulu makan telor dibagi 5 dengan adik-adik dan 1 orang mendapat jatah hanya 1 tempe, sekarang saya sudah punya peternakan sendiri, sehingga bebas makan telor sebanyak yang saya mau dan pabrik pengolahan kedelai sendiri, sehingga bebas makan tempe sebanyak yang saya mampu. Semoga berhasil dan sukses.

Unordered List

Sample Text

Blog Archive

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget